Labels

Computer (1) Greeting (1) Knowledge (2) Love (9) Melancholia (9) Motivasi (7) Nasionalisme (1) Puisi (1) Quotes (5) Renungan (reflection) (10) Spirit (6) Spiritual (1)
Tampilkan postingan dengan label Spirit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Spirit. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Juli 2015

Kita dan Waktu


WAKTU  : "Berganti, bukan Berubah.., Keharusan, tak ada Pilihan..."
KITA       : "Berubah, tak Berganti.., Keharusan, ataupun Pilihan..."

Waktu.., ya, waktu, tokoh Independen dan Arogan dalam jalur kehidupan...
Waktu itu berganti, tidak berubah... dan pergantian itu bukanlah sebuah Pilihan, tapi Keharusan, yang Mutlak akan terjadi, mau atau tidak, suka atau tidak, siap atau tidak..., dia tak butuh jawaban.
Ketika Waktu berganti dengan angkuhnya, apa yang terjadi dengan kita ? .... PERUBAHAN

Waktu yang berganti memaksa Kehidupan kita berubah,, tapi ingat,,

Selasa, 07 Agustus 2012

"Tiga kata pendek yang mempunyai pengertian dan pengaruh besar dalam TAUBAT"


Mungkin sebagian dari kita sering kali mendengar kata Taubat, dan pula mengetahui kalimat Illahiyah dalam menyatakan taubat dan meminta ampunan, tapi mungkin penggalan hikmah dan kutipan ayat-ayat yang akan saya tuliskan berikut ini

Jumat, 11 Desember 2009

Perih Ini Indah Untukmu "Sweet Pain For My White Rose..."


Di sini yang jauh,,, ragaku dipaksa lusuh berbalut peluh
aku, tanpa separuh jiwaku tetap berdiri di garis ini
garis yang ku tata untuk bertahta
untuk penuhi titah dunia dan rotasinya
dan penuhi hasratku untuk bermakna.......

Kamu,,tetaplah disitu....
Tetaplah utuh,, jangan pernah meluruh...
Lepaskan semua perih yang sama enggan kita rasakan
dan lepaskan semua tali-temali dari masa lalu
yang mencoba bawa kau kembali ke jerat kalut di balik kabut
Karena satu jiwa telah ada di sisi,, di tempat yang sempat sesaat sepi
Untuk hadir dan mengisi,,
Untuk tunjukkan jalan ke atas makna dari seribu rasa tak biasa
ke tempat dimana seharusnya mawar putih itu bermahkota...

Tetaplah berdiri di situ,,,
Di gerbang yang aku tuju..,
Gerbang tempat kita sama terisi..,
utuh tanpa lusuh,,,dan merasa penuh...................


[Rudysaputra, Bandung, 11 Des '09. 4:54 PM]

Kamis, 19 November 2009

Semoga pagi nanti tidak hujan..... [Kisahku, dan kawan...]




Di atas bukit pasir ini, kita pernah sama berlari,
bermain, kawan,,, bercanda, kawan,,,,
di bukit pasir ini yang mereka sebut taman.
masih juga terasa jelas parut keningku yang tetap berbahagia meski seringkali kau di depan,
dan sesaat menatap dan mengajarkanku untuk berjalan...

 
Hanya dua kita diantara semua mereka,
yang kuingat pernah mereguk tetesan embun di daun yang sama,
yang pernah aku menawarkanmu singgah diatas tikarmu sendiri..,
kau yang pernah menawarkanku madu yang memang itu milikku,,
yang seringkali saling membasuhkan keringat
saat kita sama terjerat di rantai phobia yang membuat kita tertawa..,

Sabtu, 10 Oktober 2009

Hitam - Putih (Ketegasan memupus Kebiasaan Buruk)

Perlu adanya ketegasan dalam membuat keputusan, juga keberanian untuk merubah suatu kebiasaan, tradisi, pola, cara, dan segala yang telah terbiasa terjadi secara berulang-ulang… di ruang lain ketika tulisan ini masih dalam proses pun telah menunggu masa depan sebuah kebiasaan untuk dieksekusi (urusan pribadi si Rudy sendiri :p), dan menunggu untuk ditentukan eksistensi keberlanjutannya.

Memang akan teramat banyak pertimbangan yang bermunculan ketika seseorang akan bersikap tegas, karena ketegasan cenderung lebih kuat, “mati”, hitam-putih, dan tidak ada negosiasi lebih lanjut. Dan hal itu terjadi dalam sebuah ketegasan untuk menghanguskan sebuah sifat buruk, dan mungkin hal ini cenderung lebih berat. Sedikit membuka mata, jika dipandang lebih teliti rasanya sifat buruk terjadi atas dasar keinginan atau kesukaan sang pelaku, sehingga sebagian pemilik sifat buruk akan teramat sulit melepaskan diri. (karena secara alamiah manusia memang selalu berusaha memenuhi apa yang diinginkan atau disukai), sedangkan menghilangkan sifat buruk berarti membunuh satu bentuk pemenuhan keinginan, dan berarti memutus jalan ego, hasrat ataupun nafsu untuk terpuaskan, dan juga berarti mengurangi keterjagaan kondisi dari sebuah mood, demikian rantai yang berkaitan dalam proses penghilangan sebuah kebiasaan buruk.

Lalu apa yang bisa kita lakukan ? Mungkin satu kuncinya adalah Ketegasan,, ketegasan akan berperan sangat penting dalam menghilangkan kebiasaan buruk, dan masalahnya adalah ketika ketegasan hati berperang melawan rasa untuk mempertahankan terpenuhinya kebutuhan…

Sebuah pandangan subjektif dalam membela sebuah ketegasan untuk menghilangkan kebiasaan buruk… "Buruk ialah buruk, bukanlah nilai positif...!", meski mungkin tanpa telaah lebih dalam terhadap skala buruk tersebut, namun sebuah persepsi sederhana cukup dapat menghakimi dengan sebuah predikat baik dan buruk.

Kata “kebiasaan” telah menjelaskan kejadian yang berulang-ulang, maka yang harus dilakukan ialah memutus mata rantai yang berbatas pada terjadinya hal tersebut, dan inilah saat dimana ketegasan akan berperan, karena akan terdapat banyak pilihan : memutus, mengurangi, atau membiarkan saja, karena pemikiran kita yang cenderung diinterupsi oleh hasrat pemenuhan keinginan melebihi kesadaran terhadap akibat negatif dari sebuah sebab atau tindakan.

Saat kita menyadari interupsi tersebut, usahakan semaksimal mungkin pikiran sehat untuk terus menangkal interupsi hasrat dan teruslah melompat kepada kesadaran terhadap baik dan buruknya akibat dari sebuah sebab tersebut, dimana dalam konteks ini ialah kebiasaan buruk, dan setelah itu pikiran yang sehat akan dapat berlaku tegas dalam memutuskan untuk mematikan mata rantai yang menjadi generator pada kebiasaan buruk tersebut, dan akan siap untuk menerima konsekuensi yang datang dari ketegasan tersebut, sangat manusiawi jika kemudian hari akan ada penyesalan dari ketegasan tersebut, namun sadarilah bahwa kita telah melakukan hal yang berani dan menjadi orang yang berpihak terhadap sebuah ketegasan positif pada konteks ini yaitu untuk tidak berkompromi pada keberlangsungan kebiasaan buruk…

Sabtu, 07 Februari 2009

Aku,, di Buku Suci... ( Catatan Abadi Hari demi Hari )

Kisah… jadi…dan, kejadian datang dan pergi lalu datang lagi
Tinggalkan imajinasi yang tak termaknai… untuk pergi lagi…
Itu…seperti itu…dan selalu begitu
Waktu demi waktu berlalu
Tanpa goresan makna yang terukir indah atau lara
Di hati belia yang hanya bisa terpana…

Apa yang akan kutoreh…
Diatas lembar demi lembar buku suci
Lembaran kisah waktuku untuk kubaca kembali…

Itu…seperti itu… dan selalu begitu
Waktu demi waktu hanyalah goresan itu
Goresan tinta sebuah makna semu
Tanpa arti tergali di tiap langkah kakiku

Akankah selalu begitu…
Ku arungi waktu demi waktu
Hingga lelah masa menanti…
Hingga hela nafasku tiada lagi…
Terhenti di lembar terakhir buku suci…

By : Rudy