Labels

Computer (1) Greeting (1) Knowledge (2) Love (9) Melancholia (9) Motivasi (7) Nasionalisme (1) Puisi (1) Quotes (5) Renungan (reflection) (10) Spirit (6) Spiritual (1)
Tampilkan postingan dengan label Renungan (reflection). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan (reflection). Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Mei 2024

Hikmatul Ilmi - Potongan Buah Pemikiran Dalam Menjalani Kehidupan

Salah satu bentuk kebodohan adalah ketika kita menilai dan menentukan sesuatu

hanya dari sisi yang kita inginkan,,

dan menolak segala aturan yang tidak sesuai dengan keinginan.


Padahal segala kebaikan manusia hanyalah dari sisi Tuhan yang menciptakan segala kehidupan, sehingga Dia-lah yang paling layak menciptakan aturan atas segala yang diciptakan.

[RDS - 250524]

Jumat, 24 Juli 2015

Kita dan Waktu


WAKTU  : "Berganti, bukan Berubah.., Keharusan, tak ada Pilihan..."
KITA       : "Berubah, tak Berganti.., Keharusan, ataupun Pilihan..."

Waktu.., ya, waktu, tokoh Independen dan Arogan dalam jalur kehidupan...
Waktu itu berganti, tidak berubah... dan pergantian itu bukanlah sebuah Pilihan, tapi Keharusan, yang Mutlak akan terjadi, mau atau tidak, suka atau tidak, siap atau tidak..., dia tak butuh jawaban.
Ketika Waktu berganti dengan angkuhnya, apa yang terjadi dengan kita ? .... PERUBAHAN

Waktu yang berganti memaksa Kehidupan kita berubah,, tapi ingat,,

Selasa, 07 Agustus 2012

"Tiga kata pendek yang mempunyai pengertian dan pengaruh besar dalam TAUBAT"


Mungkin sebagian dari kita sering kali mendengar kata Taubat, dan pula mengetahui kalimat Illahiyah dalam menyatakan taubat dan meminta ampunan, tapi mungkin penggalan hikmah dan kutipan ayat-ayat yang akan saya tuliskan berikut ini

Senin, 06 Agustus 2012

Inilah "Miracle"...

Kau tau apa itu miracle ?
Miracle adalah selubung kuat dari Tuhan yang membuat ulat terpenjara dan tak bisa bergerak begitu lama,, Miracle adalah api maha panas yang membuat batang besi melebur dan kepanasan..,,

Tapi mereka bilang,,
Miracle adalah lukisan indah di sayap kupu-kupu sesudah ia terpenjara,,
Mereka bilang,,
Miracle adalah pedang tajam di tangan Alexander The Great.., dari batang besi yang pernah kepanasan...

Keajaiban adalah proses yang mampu menciptakan keindahan dan kebaikan...

[Rudi, 06/10/2010 10:34pm]

Fakta Tentang Ayah...

 [Sebetulnya saya malu untuk menangis...]

Dad Loves You...
 
Tulisan ini saya kutip dari note salah seorang teman,, hmm,,, dan mata saya sedikit bengkak dan berair..
I'll be good for you my Dad...

1. Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun - dan (tapi) selalu membutuhkan kehadirannya.

2. Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil, tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar.

Sabtu, 16 Juni 2012

Kisah Cinta Mulia,,,

 Jika kita ingin melihat Wujud Cinta,,, Seperti inilah kisah sempurnanya...

Sekian ratus tahun yang lalu...
Di malam yang sunyi, di dalam rumah sederhana yang tidak seberapa luasnya... seorang istri tengah menunggu kepulangan suaminya. Tak biasanya sang suami pulang larut malam. Sang istri bingung.... hari sudah larut dan ia sudah sangat kelelahan dan mengantuk. Namun, tak terlintas sedikitpun
dalam benaknya untuk segera tidur dan terlelap di tempat tidur suaminya. Dengan setia ia ingin tetap menunggu... namun

Kamis, 19 November 2009

Semoga pagi nanti tidak hujan..... [Kisahku, dan kawan...]




Di atas bukit pasir ini, kita pernah sama berlari,
bermain, kawan,,, bercanda, kawan,,,,
di bukit pasir ini yang mereka sebut taman.
masih juga terasa jelas parut keningku yang tetap berbahagia meski seringkali kau di depan,
dan sesaat menatap dan mengajarkanku untuk berjalan...

 
Hanya dua kita diantara semua mereka,
yang kuingat pernah mereguk tetesan embun di daun yang sama,
yang pernah aku menawarkanmu singgah diatas tikarmu sendiri..,
kau yang pernah menawarkanku madu yang memang itu milikku,,
yang seringkali saling membasuhkan keringat
saat kita sama terjerat di rantai phobia yang membuat kita tertawa..,

Sabtu, 10 Oktober 2009

Hitam - Putih (Ketegasan memupus Kebiasaan Buruk)

Perlu adanya ketegasan dalam membuat keputusan, juga keberanian untuk merubah suatu kebiasaan, tradisi, pola, cara, dan segala yang telah terbiasa terjadi secara berulang-ulang… di ruang lain ketika tulisan ini masih dalam proses pun telah menunggu masa depan sebuah kebiasaan untuk dieksekusi (urusan pribadi si Rudy sendiri :p), dan menunggu untuk ditentukan eksistensi keberlanjutannya.

Memang akan teramat banyak pertimbangan yang bermunculan ketika seseorang akan bersikap tegas, karena ketegasan cenderung lebih kuat, “mati”, hitam-putih, dan tidak ada negosiasi lebih lanjut. Dan hal itu terjadi dalam sebuah ketegasan untuk menghanguskan sebuah sifat buruk, dan mungkin hal ini cenderung lebih berat. Sedikit membuka mata, jika dipandang lebih teliti rasanya sifat buruk terjadi atas dasar keinginan atau kesukaan sang pelaku, sehingga sebagian pemilik sifat buruk akan teramat sulit melepaskan diri. (karena secara alamiah manusia memang selalu berusaha memenuhi apa yang diinginkan atau disukai), sedangkan menghilangkan sifat buruk berarti membunuh satu bentuk pemenuhan keinginan, dan berarti memutus jalan ego, hasrat ataupun nafsu untuk terpuaskan, dan juga berarti mengurangi keterjagaan kondisi dari sebuah mood, demikian rantai yang berkaitan dalam proses penghilangan sebuah kebiasaan buruk.

Lalu apa yang bisa kita lakukan ? Mungkin satu kuncinya adalah Ketegasan,, ketegasan akan berperan sangat penting dalam menghilangkan kebiasaan buruk, dan masalahnya adalah ketika ketegasan hati berperang melawan rasa untuk mempertahankan terpenuhinya kebutuhan…

Sebuah pandangan subjektif dalam membela sebuah ketegasan untuk menghilangkan kebiasaan buruk… "Buruk ialah buruk, bukanlah nilai positif...!", meski mungkin tanpa telaah lebih dalam terhadap skala buruk tersebut, namun sebuah persepsi sederhana cukup dapat menghakimi dengan sebuah predikat baik dan buruk.

Kata “kebiasaan” telah menjelaskan kejadian yang berulang-ulang, maka yang harus dilakukan ialah memutus mata rantai yang berbatas pada terjadinya hal tersebut, dan inilah saat dimana ketegasan akan berperan, karena akan terdapat banyak pilihan : memutus, mengurangi, atau membiarkan saja, karena pemikiran kita yang cenderung diinterupsi oleh hasrat pemenuhan keinginan melebihi kesadaran terhadap akibat negatif dari sebuah sebab atau tindakan.

Saat kita menyadari interupsi tersebut, usahakan semaksimal mungkin pikiran sehat untuk terus menangkal interupsi hasrat dan teruslah melompat kepada kesadaran terhadap baik dan buruknya akibat dari sebuah sebab tersebut, dimana dalam konteks ini ialah kebiasaan buruk, dan setelah itu pikiran yang sehat akan dapat berlaku tegas dalam memutuskan untuk mematikan mata rantai yang menjadi generator pada kebiasaan buruk tersebut, dan akan siap untuk menerima konsekuensi yang datang dari ketegasan tersebut, sangat manusiawi jika kemudian hari akan ada penyesalan dari ketegasan tersebut, namun sadarilah bahwa kita telah melakukan hal yang berani dan menjadi orang yang berpihak terhadap sebuah ketegasan positif pada konteks ini yaitu untuk tidak berkompromi pada keberlangsungan kebiasaan buruk…

Sabtu, 07 Februari 2009

Aku,, di Buku Suci... ( Catatan Abadi Hari demi Hari )

Kisah… jadi…dan, kejadian datang dan pergi lalu datang lagi
Tinggalkan imajinasi yang tak termaknai… untuk pergi lagi…
Itu…seperti itu…dan selalu begitu
Waktu demi waktu berlalu
Tanpa goresan makna yang terukir indah atau lara
Di hati belia yang hanya bisa terpana…

Apa yang akan kutoreh…
Diatas lembar demi lembar buku suci
Lembaran kisah waktuku untuk kubaca kembali…

Itu…seperti itu… dan selalu begitu
Waktu demi waktu hanyalah goresan itu
Goresan tinta sebuah makna semu
Tanpa arti tergali di tiap langkah kakiku

Akankah selalu begitu…
Ku arungi waktu demi waktu
Hingga lelah masa menanti…
Hingga hela nafasku tiada lagi…
Terhenti di lembar terakhir buku suci…

By : Rudy

Saat Hidup Jatuh di Pilihan Yang Salah

Siang itu,, nggak ada matahari sama sekali, saya terlibat obrolan seru dengan seorang sahabat di ruang privat chat... seolah senada dengan cuaca hari itu dia bercerita tentang masalah yang sangat menggangu dimana dia sedang merasa "beku" dan "kaku" karena dihadapkan pada dua pilihan yang menurutnya sangat membingungkan,, masalahnya adalah dia merasa takut jika ternyata dia mengambil pilihan yang salah,, hmmh. Obrolan ini menginspirasi saya untuk menuliskan sesuatu yang mungkin bukanlah mutlak suatu kebenaran,, namun setidaknya bisa menjadi renungan untuk saya,, mungkin anda..
Pada dasarnya tidak ada yang bisa mempersalahkan ketika seseorang berjalan ke arah tertentu,, karena hidup ini tidak tertulis hanya untuk memenuhi satu sisi yang pasti, dan apakah hidup ini tertulis hanya untuk memenuhi satu titik tertentu ? sepertinya tidak seperti itu,, karena ada banyak jalur yang Allah ciptakan untuk dilalui oleh umatnya yang telah tertakdir dalam perbedaan.
Hingga kapanpun, takkan pernah berubah sebuah norma hidup dimana manusia akan selalu dihadapkan pada ribuan pilihan di setiap jengkal hari yang dilalui, dan sejatinya setiap jiwa akan berdilema dalam menentukan salah satunya, satu diantara dua, dua diantara tiga, atau beberapa diantara banyak, dan lalu sejatinya pula manusia akan mengambil konsekuensi dari apa yang mereka pilih… oleh karena itu, kesalahan dalam menentukan pilihan juga akan menjadi hal yang tak pernah dapat kita hindari dalam lintang garis umur yang Allah berikan, mungkin hal itu dapat menjadi alasan untuk tidak menyesali kesalahan kita dalam memilih.
Baik,,buruk,, itu variabel yang mutlak telah tertera dalam setiap langkah yang akan kita tentukan, namun kodrati manusia sering kali di interupsi oleh berbagai kekuatan lain di luar dirinya yang senantiasa mampu mensamarkan kriteria baik dan buruk dalam persepsinya.
Sebagian dari kita mungkin berbahagia dan berbangga dengan keberhasilan atas pilihannya yang ternyata merupakan sebuah kebaikan, namun sebagian yang lain mungkin sedang menyesali langkah yang baru saja diambilnya, dan mungkin berharap waktu dapat mereka putar kembali,, namun sayangnya kita tak pernah bisa melangkahi kembali garis waktu yang telah kita pijak. Lalu pertanyaan yang bukan anomali, muncul : apakah Allah membiarkan hambanya yang gagal dan salah memilih, terus berada dalam keterpurukan ?
Paragrap ini mencoba memecah jawaban tersebut dengan sebuah logika dari pertanyaan baru : "Dapatkah kita menentukan secara mutlak bahwa pilihan A lebih baik dari pilihan B atau sebaliknya ?" rasanya tidak ada satupun makhluk yang dapat membuat sebuah kepastian yang mutlak di muka bumi. Seandainya manusia ternyata mengambil pilihan baik, bukankah masih sangat mungkin di dalamnya nanti masih banyak cabang yang bisa membawa manusia itu ke dalam kehancuran... Dan sebaliknya, seandainya ternyata manusia itu mengambil pilihan buruk,, bukankah masih sangat mungkin di dalamnya nanti masih banyak cabang untuk memperbaiki kesalahan.. Lalu apakah kita masih punya alasan yang cukup untuk dihantui ketakutan dalam menentukan pilihan ?
Dan sebagai kesimpulannya adalah manusia hanya perlu memilih dengan tegas salah satu yang terdekat ke arah kebenaran yang diyakini, sisanya biarlah kuasa Allah yang menentukan kelanjutannya, dan ingatlah beberapa hal yang mungkin kita lupakan : bahwa Allah tidak akan melepaskan begitu saja hamba-Nya yang telah diturunkan ke dunia, Allah tidak akan mengabaikan hambanya yang tersesat dalam menetukan setiap jalan yang telah dipilih, karena bukankah Allah sendiri yang menyediakan pilihan-pilihan beserta konsekuensinya ? dan bukankah Allah juga yang mengajarkan kita untuk terus belajar dari ayat-ayatnya ? dan telah merupakan kepastian bahwa Allah adalah sang maha penerima taubat yang tak mungkin tertanggalkan, dan Allah juga lah sebaik-baik pemelihara... wallahua'lam bisssawab...
[ =Rudy Saputra=]