Di atas bukit pasir ini, kita pernah sama berlari,
bermain, kawan,,, bercanda, kawan,,,,
di bukit pasir ini yang mereka sebut taman.
masih juga terasa jelas parut keningku yang tetap berbahagia meski seringkali kau di depan,
dan sesaat menatap dan mengajarkanku untuk berjalan...
Hanya dua kita diantara semua mereka,
yang kuingat pernah mereguk tetesan embun di daun yang sama,
yang pernah aku menawarkanmu singgah diatas tikarmu sendiri..,
kau yang pernah menawarkanku madu yang memang itu milikku,,
yang seringkali saling membasuhkan keringat
saat kita sama terjerat di rantai phobia yang membuat kita tertawa..,
Hanya dua kita diantara semua mereka.
Tunggu kawan,, apa semua itu cuma kenangan,
atau bualan, atau lelucon konyol
dari dua orang pria yang sama tolol ???
Katakan bukan kawan..!!
karna aku masih melihat jelas, bukit pasir itu masih luas,
dan kita harus sampai diatas...
"kawan....!!!" aku teriak..mencari..
"aku dengar suaramu.., kau dengar aku...?!!"
kau dengar aku...?!!"
kau dengar aku...?!!"
Teriakku parau kawan, kembali kawan..
kita masih harus berjalan.
Cepat kembali,,lihat tali itu, tali itu kini tergeletak berdebu.
Tali yang biasa kau pakai untuk menarikku
agar aku tetap berjalan,,haha. aku tolol ya kawan..?
tapi akan jadi apa si tolol ini jika kau berhenti berjalan ?!
Bukit pasir itu masih berdiri kawan, itu nyata..
kakiku masih menapak disini kawan,
kita harus ke puncaknya...tapi tidak seperti mereka yang kini disana,
kita bukan mereka...bukan mereka kawan...
kita lewati jalan berbeda dan membawa banyak cerita...
kupu-kupu indah, permata merah yang mereka tidak punya...
Cepat kawan, kemari kawan..mereka kini disini,, ya mereka yang
dahulu menjadi bangkai di setiap cerita malam kita, kini harus kuciumi tiap hari,, dan kucoba berikan sedikit wangi...
Ayo kemari kawan,, banyak cerita yang tertumpuk, tak bisa
kubagikan dengan dia atau mereka,,
karna itu hanya untuk bantal tidur kita malam nanti...
ya,, kita...dua kita dari semua mereka.....
Cepat kemari kawan,,, besok pagi kita kembali berjalan
bantu aku membuka mata untuk hadapi tajam cahayanya,,
setidaknya...kita akan sama terpejam-pejam............
Cepat kemari kawan,,, besok pagi kita kembali berjalan,
semoga pagi nanti tidak hujan.......
[Rudy Saputra,19Nov2009, 22.59pm]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Untuk Perbaikan maupun tanggapan, silahkan beri komentar