Wahai Merah Putih sang Pusaka
Di tengadah kepalaku di bawah kibaran bendera
Dalam riuh hatiku yang kini penuh tanya
Akan makna warna mu diatas sana…
Apakah merah putihku, masih menyala?
Ataukah kini, dia hanya sebatas warna,, di ujung tiang bendera..
Sebatas warna yang mulai hilang makna,,
tertutup hiruk-pikuk nya dinamika para anak bangsa
Mengapa Merahku pudar, terhapus egosentris yang semakin mengakar
Mengapa Putihku kelabu, tertutup kotornya hati yang pekat berdebu
Di tanah pertiwi yang seharusnya damai dan asri
Tidakkah kau lihat kini wajah merah putih yang tampak pucat pasi ??
Melihat rakyat yang saling sikat dalam perbedaan pendapat dan saling interupsi…
Wahai putra putri bangsaku,,
Tidakkah pernah kau merindu??
Akan nusantara yang bersatu, dalam bhinneka, yang padu…
Wahai anak Ibu Pertiwi,,
Tidakkah pernah kau mendamba??
Akan Indonesia yang asih, dalam teduhnya cinta dan kasih…
Mengapa kita terpisah asa, karena kita saling berbeda…
Bukankah yang berbeda itu, bisa tetap bersama?
Mengapa kita saling menjatuhkan, karena ide yang berlainan…
Bukankah yang berlainan itu, bisa tetap beriringan?
Wahai Ibu Pertiwiku,,
Maafkan anakmu yang lupa akan damainya negerimu…
Maafkan kami yang mendengki dalam diam, karena kami tak sepaham…
Wahai anak nusantara,,
Kibarkanlah merahmu yang hangat mesra, dalam indahnya tegur sapa
Wahai putra-putri Ibu Pertiwi,,
Tegaskan Putihmu yang suci, dalam kasih sayang yang tulus dan murni
Wahai Ibu Pertiwi,,
Izinkan kami rajut kembali,, persatuan,, yang kau titipkan
Izinkan kami padukan, indahnya perbedaan, yang kau anugerahkan…
Wahai Merah Putih Pusaka Indonesia, izinkan kami berjanji lagi…
Untuk kembali cerahkan Merahmu, dengan semangat kebersamaan tanpa jemu
Untuk kembali sucikan Putihmu, dengan kasih sayang dalam persaudaraan yang satu
Diatas tanah Indonesia yang kaya,,,
Dibawah langit Ibu Pertiwi yang bercahaya,,,
Akan kami satukan lembar-lembar indah, warna nusantara
Dalam KOLASE MERAH PUTIH yang semakin jaya…….
[RDS-210824]